Alamak, Ada Kanker Payudara Stadium Nol

11 November 2017 by
Alamak, Ada Kanker Payudara Stadium Nol

Pada 26 Oktober lalu, dunia memperingati Hari Kanker Payudara. Masih banyak fakta seputar kanker yang luput dari perhatian perempuan sejagat.

Salah satunya, soal stadium. Selama ini kaum hawa berpikir, kanker hanya punya empat stadium. Dr. dr. Sonar Soni Panigoro SpBOnk(K) dari RS Kanker Dharmais Jakarta memberi tahu, sebelum stadium 1 ada stadium 0 (nol).

Sonar mengatakan, peluang sembuh pasien kanker stadium 0 adalah 100 persen. Kanker itu seperti kepiting dengan jumlah kaki banyak.

Dengan kaki-kaki itu, sel kanker merangkak di tempat ia dilahirkan. Seiring waktu, ia bertumbuh dan mampu berjalan keluar dari kampung halamannya. Pada stadium 0, kaki-kaki sel kanker masih terbungkus membran sel (membrana basalis). 

“Begini, semua sel tubuh memiliki membrana basalis yakni selaput yang membungkus setiap sel. Pada stadium 0, kaki-kaki sel kanker masih terbungkus, belum bisa menembus membran. Saat kaki berhasil menerobos membran, stadiumnya meningkat. Ibarat bayi, ia baru lahir namun belum bisa berjalan. Ia belum bisa diraba namun bisa dideteksi oleh pemeriksaan mamografi atau USG. Itulah mengapa Sadanis (pemeriksaan payudara klinis) sangat penting,” urai Sonar.

Pada stadium 0, pasien tak merasakan gejala apa pun. Jangankan stadium 0, pada stadium 2 di mana ukuran kanker mencapai 4 cm saja, beberapa pasien tidak merasakan apa-apa. Mereka bahkan tidak bisa meraba benjolan sebesar bola tenis meja itu. Saat dokter memvonis Anda mengidap kanker stadium 0, jangan patah semangat dan merasa kiamat.

“Kalau masih stadium 0, cukup dilakukan tindakan operasi. Sel kanker yang masih dalam kantong itu diambil, habis perkara. Tingkat kesembuhannya 100 persen,” beri tahu Sonar seraya menambahkan, di luar negeri, pasien yang terdeteksi kanker payudara stadium 0 mencapai 20 persen.

Persentase itu terbilang tinggi dan menggembirakan. Artinya, kesadaran wanita di luar negeri untuk melakukan Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) dan Sadanis sudah tinggi. 

Di Indonesia, boro-boro 1 persen. Berdasarkan pengalaman Sonar dalam setahun, belum tentu ia mendapati satu pasien kanker stadium 0.

“Rata-rata yang saya dapati (paling bagus) itu stadium 1. Bayangkan, betapa rendahnya kesadaran perempuan Indonesia dalam melakukan Sadari dan Sadanis,” sesal Sonar, di Jakarta Selatan, pekan lalu.

(wyn / gur)

Sumber : tabloidbintang.com

Berita Terkait :

Aldi Taher Rilis Cancer Go Away, Lagu yang Didedikasikan Bagi Pejuang Kanker

4 Fakta Tentang Kanker yang Perlu Anda Tahu, Salah Satunya Bukan Genetik

5 Langkah untuk Membedakan Tahi Lalat dengan Bercak Kanker Melanoma

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

7 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Karel juni saputro 20 February 2019 | 18:21:55

kok bisa nol ya, knapa?

Taufiq_ chan 20 February 2019 | 11:39:58

nol nya itu apa ya haha

Raja Napoleon 13 February 2019 | 13:56:23

berarti nggak terlalu bahaya juga itu

Ajun Devana 03 December 2018 | 05:45:33

maksudnya kek gimana yah kaker stadium 0 itu

Uzone 24 October 2018 | 06:31:27

stadium yang belum bermanfaat karena aku ngantuk

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top