Cangkok Kulit, Pengobatan Pertama Kecanduan Kokain

24 September 2018 by
Cangkok Kulit, Pengobatan Pertama Kecanduan Kokain

Sulit menemukan obat yang mampu mengatasi kecanduan kokain dan overdosis. Namun, harapan anyar muncul dari sebuah penelitian baru yang menemukan obat untuk menghentikan kebiasaan mematikan ini.

Penelitian dari University of Chicago Medical Center (UCMC) menemukan metode pengobatan terapi gen cangkok kulit dapat menjadi pengobatan pertama untuk kecanduan kokain dan overdosis.

Cara ini membuat tikus-tikus itu tak lagi bernafsu dengan obat-obatan dan terhindar dari overdosis.

Rencananya, peneliti bakal mengembangkan pengujian tersebut pada manusia.


"Hasil kami menunjukkan janji terapi gen cangkok kulit sebagai pilihan yang aman dan hemat biaya untuk penyalahgunaan kokain," tulis para peneliti, melansir Daily Mail.

Hasil ini didapat setelah dilakukan serangkaian pengujian. Mereka mencangkok sel-sel kulit yang dimodifikasi dengan terapi gen pada tikus yang kecanduan kokain.

Gen itu ditransplantasi dengan metode cangkok kulit ke tubuh tikus. Saat dipindahkan, bagian dari kulit bakal melepas enzim butyrylcholinesterase (BChE)--enzim yang mampu memecah kokain--ke dalam darah.


Hasilnya, tikus-tikus itu mampu bertahan hidup dari dosis kokain yang menyebabkan overdosis. Selain itu, tikus juga tak lagi menginginkan kokain.

Kokain merupakan salah satu jenis obat-obatan yang paling banyak dikonsumsi di Amerika Serikat, bersama dengan mariyuana atau ganja. Pada 2017, kokain bahkan menjadi penyebab 14.556 kematian dari total kematian akibat obat-obatan sebanyak 72 ribu kasus di AS.

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
100%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

513 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Ahmad Shodiq 24 February 2019 | 15:36:02

mmm.. penyakit apa lagi nih penasaran

MeLy Mel Mel Moe 19 February 2019 | 00:31:27

gimana bisa tau tikusnya kecanduan yah

Dwi Karno 11 February 2019 | 19:45:08

sulit memang mengobati kecanduan kokain

kinanti 07 February 2019 | 20:31:09

wow penemuan yang sangat baik sekali ini

arman elektro 05 February 2019 | 12:14:31

semoga saja bisa bagus yah pengobatannya iyu

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top