Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Lupus

12 May 2017 by
 Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Lupus

Lupus, penyakit autoimun kronis ini dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sendi atau organ tubuh. Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan normal dan sehatnya sendiri.

Biasanya, istilah 'lupus' digunakan untuk menggambarkan bentuk parah dari bentuk kondisi yang lebih parah yang disebut lupus eritematosus sistemik (SLE).

Meski lupus adalah penyakit yang kompleks, kondisinya tetap kurang dipahami.

Dikutip dari zeenews, Lupus tidak menular yang berarti kamu tidak dapat terkena penyakit ini dari seseorang atau menyebar ke orang lain.

Tanda dan gejala lupus dapat bervariasi tergantung pada sistem tubuh mana yang terkena penyakit ini. Gejala yang paling umum adalah:

- Kelelahan- Demam- Nyeri sendi, kekakuan dan pembengkakan- Ruam kulit (ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung)- Sakit kepala- Kebingungan dan kehilangan ingatan- Sakit dada- Sesak napas- Jari pucat atau ungu atau jari kaki saat terkena dingin atau stres- Karena lupus bisa berkisar dari ringan sampai yang mengancam nyawa, karena itu perlu mendapat pengobatan dari dokter. Carilah pertolongan medis jika kamu memiliki ruam yang tidak dapat dijelaskan, demam yang terus menerus, sakit sendi atau kelelahan.

Untuk menciptakan kesadaran tentang penyakit ini dan mendorong pemerintah untuk fokus pada kondisi tersebut, seperti penyakit menular lainnya, All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) pada hari Selasa meminta dimasukannya lupus dalam daftar Health Ministry's list of NCDs, kata kantor berita IANS melaporkan.

Inklusi lupus dalam daftar itu juga bisa mengintensifkan penelitian tentang penyakit ini.

Lalu mengapa lupus harus terdaftar sebagai penyakit tidak menular? Menurut rumah sakit rujukan perdana, meski satu persen pasien dari setiap departemen rheumatologi memiliki penyakit lupus, orang tersebut bahkan tidak mengetahui tentang faktor dasar yang memicu penyakit ini, yang mengakibatkan kelainan bentuk dan kerusakan organ ireversibel.

Keadaan peradangan yang sedang berlangsung di dalam tubuh bisa menyebabkan aterosklerosis dini, hipertensi, penyakit arteri koroner dan kecelakaan serebrovaskular.

"Daftar NCD kami sangat tua dan perlu ditinjau ulang. Ada kebutuhan mendesak untuk menambahkan lupus dalam daftar, sehingga pemerintah berfokus pada peningkatan penyakit dan program untuk meningkatkan kesadaran tentang hal itu diluncurkan di seluruh negeri," kata Uma Kumar, Head of Rheumatology Department di AIIMS.

Diperkirakan lima juta orang di seluruh dunia menderita lupus, bahkan mencakup semuanya. Akan tetapi lebih sering ditemukan pada perempuan.

Meski penyebab pasti lupus tidak diketahui secara pasti, namun beberapa faktor yang turut berkontribusi terhadap terjadinya penyakit ini adalah sinar ultra violet, polusi udara, masalah genetik, biomarker dan lingkungan.

Belum ada pengobatan untuk penyakit lupus, namun dengan perawatan medis yang baik, pasien bisa menjalani kehidupan yang baik.

 

Video trending pilihan redaksi

 



Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu
Ada Misteri di Lift Blok M Square, Polisi Selidiki
Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT
Ini Langkah MUI Memediasi Perseteruan Megawati dan Habib Rizieq
Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor
Jokowi Lintas Nusantara dari Pesawat Hingga Motor Trail RI-1
Mr. Erbil, Para Hipster di Antara Garis Depan Pertempuran Irak
Rindu Pulang ke Rumah Kubah Lumpur di 'Desa Sarang Lebah' Aleppo
Wow! Lego Bangun Rumah Raksasa di Kota Asalnya
Dianggap 'Pemujaan Setan' Comic Con Pertama di Arab Saudi Digelar
Ratusan Kios Pasar Senen Terbakar, Pedagang Terpukul
Heboh! Ruhut Sitompul Siap Gantikan Ahok di Penjara
Game ini Menggunakan Kontrol Suara untuk Memainkanya
Perjalanan Raja Salman, Sebelum Berlibur Ke Bali
Bocah 7 Tahun Raih Rp133 Juta dari Bisnis Daur Ulang

#Jakarta
#penyebab penyakit lupus
#gejala penyakit lupus
#penyakit lupus

 

lupus 

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

0 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top