Pengobatan Pasien Perokok Tidak Efektif dan Lebih Mahal

23 April 2019 by
Pengobatan Pasien Perokok Tidak Efektif dan Lebih Mahal

Merokok tidak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga pengobatan. Penelitian terbaru menunjukkan, pengobatan pasien yang merokok tidak efektif dan jauh lebih mahal ketimbang pasien yang tidak merokok atau berhenti merokok.

Studi yang dilakukan pada pasien kanker ini menemukan adanya biaya perawatan tambahan yang diperlukan perokok karena kerap gagal pada terapi kanker lini pertama. Biaya tambahan ini mencapai US$11 ribu atau mencapai Rp155 juta.

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini juga menemukan pasien yang berhenti merokok setelah diagnosis kanker dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup.

"Bahan kimia dari asap rokok memengaruhi hampir semua sel dalam tubuh, termasuk sel kanker. Merokok meningkatkan kemungkinan kanker tidak memiliki respons yang baik terhadap kemoterapi atau radioterapi, dan meningkatkan kemungkinan kanker akan menyebar ke tahap yang lebih lanjut," kata pemimpin penelitian Medical University of South Carolina, Graham Warren, dikutip dari Reuters.

Menurut Warren, merokok meningkatkan risiko perawatan kanker tidak efektif, sehingga mengarah pada peningkatan kekambuhan.

Peneliti mengasumsikan bahwa perokok memiliki kemungkinan 60 persen lebih besar gagal merespons pengobatan awal. Berdasarkan data dari Surgeon General AS, satu dari lima pasien kanker adalah perokok.

Artinya, jika dihitung pada 1,6 juta pasien kanker di AS, merokok berpotensi menambah biaya sebesar US$4,4 miliar setiap tahunnya.

Ahli kanker, Cara Petrucci menilai, penelitian ini dapat menjadi alasan untuk pasien agar berhenti merokok.

"Sesuatu yang sederhana seperti membantu pasien kanker berhenti merokok dapat memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien dan juga menghemat miliaran dolar dalam biaya perawatan kesehatan," kata Petrucci.

[Gambas:Video CNN]

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

406 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
al kahf 22 August 2019 | 01:55:08

lebih baik berhenti merokok sebelum terkena penyakit ya dari pada pengobatan

Andymulyana 22 July 2019 | 19:35:48

enggak merokok mati . merokok mati. LEBIH BAIK MEROKOK SAMPAI MATI!!

Iqbal Yuzril Mahesa 18 July 2019 | 19:55:54

kurangi saja merokok dan batasi juga dalam merokok

Alwa Aulia 25 June 2019 | 15:02:36

ya kurangilah rokok jangan terlau pagi 1 siang 1sore1 mlm1 sedikan 4 aja jngan sape 1bungkus

sandi oy 14 June 2019 | 05:34:37

benar itu lebih baik ngak merokok membahayakan orang lain juga

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top