Spondilitis Ankilosis Ancam Usia Muda, Ini Bahayanya

22 March 2019 by
Spondilitis Ankilosis Ancam Usia Muda, Ini Bahayanya

Meski sama-sama menyerang sendi, spondilitis ankilosis tidak sepopuler penyakit asam urat.

spondilitis ankilosis sendiri merupakan salah satu penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan yang sehat. Respon imun yang abnormal tersebut yang pada akhirnya menyebabkan peradangan sendi tulang belakang.

"Ini adalah penyakit autoimun yang menyebabkan radang di tulang belakang. Pada kasus tertentu, yang bukan bagian tulang belakang juga bisa terkena mulai dari leher, pinggang, pinggang bawah sampai ekor. Penyakit ini mempengaruhi sekitar 0. 1 persen populasi atau 1 banding 1000 orang," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Reumatologi RSCM, DR. dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Meski belum diketahui pasti, namun ahli menduga penyakit ini disebabkan oleh faktor genetik dengan data 85-95 persen penderita menunjukan positif gen HLA-B27.

Hal yang menarik, banyak penderita spondilitis ankilosis merupakan orang usia muda. "Banyak penderita usia muda mulai dari 20 sampai 30 tahun," kata dr Rudy lagi.

Faktanya, spondilitis ankilosis berkembang pada masa remaja atau dewasa awal sekitar usia 20 tahunan dan hanya 5 persen yang mengalami gejala setelah usia 45 tahun.

Beberapa gejala spondilitis ankilosis adalah kelelahan, entesis atau peradangan pada ligamen dan tendon, serra artritis atai peradangan sendi di panggul atau lutut.

Meski bukan penyakit yang mematikan, dr. Rudy mengatakan bahwa penderita spondilitis ankilosis akan sangat menderita karena kualitas hidup yang menurun. "Kerugiannya jelas, nyeri, terjadi kecacatan dan penurunan kualitas hidup."

Kalau sudah parah, penderita spondilitis ankilosis bisa mengalami yang namanya bamboo spine atau kondisi di mana tulang belakang menyatu.

Beberapa komplikasi juga bisa terjadi seperti peradangan mata, patah tulang belakang, hingga gangguan jantung.

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan adalah olahraga, fisioterapi, mengonsumsi obat konvensional, obat biologik sampai operasi.

Pengobatan spondilitis ankilosis dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, memperbaiki posgur tubuh, mencegah kecacatan dan meningkatkan kemampuan pasien untuk hidup lebih normal, tentu sangat dianjurkan bagi kalangan anak muda.

 

Berita Terkait:

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

181 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Kirito Sylvester 18 April 2019 | 09:20:37

bahaya donb kalau begitu menarik ya

ikhsan lovers36 15 April 2019 | 16:13:28

waduh masih muda masa kenak penyakait nyeri sendi

tsel 14 April 2019 | 21:16:22

wah kok bisa sampai merusak usia muda kenp yah

Narra Arran 14 April 2019 | 15:24:20

asam bukanya kicut ya rasanya ini kok rasa urat

Kira Ryuichy 14 April 2019 | 07:36:58

kita harus menjaga kesayangan kalau begitu ua

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top